Sistem Informasi Desa Somagede

KETUPAT MERAH DARI DESA SOMAGEDE

Informasi Produk UMKM
  • PIRT:
  • BPOM:
  • Pemilik UMKM: Mbah Dasiyem
  • NIB:
  • Alamat: RT 03 RW 04, Grumbul Tanubaya, Desa Somagede,
  • WhatsApp Produk:
    Pesan Sekarang

Ketupat biasanya identik dengan warna hijau pucat dari anyaman daun kelapa. Namun, berbeda dengan ketupat landan, salah satu kuliner khas dari Desa Somagede, Kabupaten Banyumas. Ketupat ini memiliki warna merah yang unik dan cita rasa khas yang berasal dari proses pembuatannya yang masih tradisional.

Salah satu pelaku usaha ketupat landan di Desa Somagede adalah Mbah Dasiyem. Sejak tahun 1972, Mbah Dasiyem mulai membuat dan menjual ketupat landan bersama suaminya. Kini, ia tinggal di RT 03 RW 04, Grumbul Tanubaya, Desa Somagede, dan dibantu oleh anak perempuannya, Mbak Samirah, dalam menjalankan usaha ini.

Proses pembuatan ketupat landan sebenarnya mirip dengan ketupat pada umumnya. Anyaman "cangkang" dari daun kelapa dibuat terlebih dahulu, kemudian diisi dengan beras. Namun, yang membedakan adalah pada tahap perebusan. Ketupat landan direbus menggunakan air yang telah dicampur abu arang, yang disaring terlebih dahulu dengan rinjing, yaitu wadah saringan tradisional berbahan anyaman bambu. Proses perebusan ini masih dilakukan secara tradisional, menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar utama. Kayu bakar yang digunakan berasal dari kayu sisa pembuatan mebel oleh para pengrajin yang merupakan tetangga Mbah Dasiyem. Biasanya, ia menggunakan kayu akasia.

Dalam satu kali perebusan, Mbah Dasiyem bisa memasak hingga 300 buah ketupat dalam satu panci besar. Ketupat direbus selama lima jam hingga mendidih, lalu dilanjutkan dengan perebusan selama tiga jam hingga benar-benar matang. Setelah matang, ketupat langsung diangkat dan diletakkan di atas wadah bambu untuk didinginkan.

Setelah ketupat siap, Mbak Samirah akan mengantarkannya ke Pasar Banyumas dan pasar-pasar sekitar. Dalam sekali kirim, bisa mencapai 500 buah ketupat. Ketupat landan dijual dengan harga terjangkau, yaitu Rp15.000 per ikat berisi 10 buah.

Ketupat landan bukan hanya menjadi makanan tradisional, tetapi juga simbol warisan budaya kuliner Desa Somagede yang terus dilestarikan hingga kini.


KKN-PPM UGM SATRIA KAMANDAKA 2025


Tulis Komentar