Berita 03 Sep 2026 80 Dilihat

Desa Somagede Gelar Musdes Rembug Stunting, Perkuat Sinergi Turunkan Angka Stunting Menuju 2027

Website Resmi Desa Somagede

Desa Somagede Gelar Musdes Rembug Stunting, Perkuat Sinergi Turunkan Angka Stunting Menuju 2027

Somagede, 22 Agustus 2026 – Pemerintah Desa Somagede bersama jajaran Forkompimcam, pendamping desa, serta kader kesehatan menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Rembug Stunting di Aula Kantor Desa Somagede pada Sabtu (22/8). Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam percepatan penurunan angka stunting sebagai program prioritas nasional yang akan diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027.

Komitmen Bersama dari Berbagai Elemen

Acara yang dipimpin oleh Ketua BPD Somagede, Bapak Setijo Wahono, tersebut dibuka dengan sambutan dari Kepala Desa Somagede, Bapak Widayat. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat.

"Hasil rembug ini harus menjadi dasar penyusunan kegiatan di RKP Desa Tahun 2027 dan dianggarkan dalam APB Desa. Penanganan stunting tidak bisa berjalan sendiri, butuh gotong royong," tegasnya.

Sementara itu, Ibu Camat Somagede, Misnurani, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya musyawarah ini. Beliau mengingatkan bahwa penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama melalui kolaborasi lintas sektor. “Data yang akurat adalah kunci keberhasilan. Kami juga mendorong agar Dana Desa dimanfaatkan secara tepat sasaran, terutama untuk ketahanan pangan dan layanan kesehatan,” ujarnya.

Pemaparan Materi: Konvergensi dan Intervensi Terpadu

Pada sesi inti, Pendamping Desa, Tofan Bani Purwanto, memaparkan tahapan konvergensi penanganan stunting yang dimulai dari FGD, Rembug Stunting, hingga penganggaran. Ia juga menjelaskan dua jenis intervensi utama:

  • Intervensi Spesifik: Penanganan langsung kepada sasaran seperti ibu hamil dan balita, melalui pemberian makanan tambahan (PMT) dan suplementasi gizi.

  • Intervensi Sensitif: Penyediaan faktor pendukung seperti akses air bersih, sanitasi layak, dan edukasi ketahanan pangan keluarga.

Selain itu, perwakilan kader kesehatan desa memaparkan data kondisi stunting terkini di Desa Somagede serta mengidentifikasi sasaran prioritas, seperti ibu hamil dengan risiko KEK (Kekurangan Energi Kronis) dan balita dengan status stunting atau gizi kurang.

Kesepakatan dan Rencana Aksi

Melalui diskusi dan pembagian kelompok, para peserta merumuskan sejumlah usulan kegiatan prioritas yang disepakati bersama, antara lain:

  1. Penguatan Posyandu dan Layanan Kesehatan

    • Peningkatan kapasitas dan pemberian insentif bagi kader Posyandu serta Kader Pembangunan Manusia (KPM).

    • Optimalisasi Posyandu terintegrasi dan deteksi dini stunting.

  2. Intervensi Gizi

    • Penyediaan PMT bagi balita stunting, balita gizi kurang, dan ibu hamil KEK.

    • Konseling gizi terpadu bagi ibu hamil dan pengasuh balita.

  3. Sanitasi dan Air Bersih

    • Pendampingan dan bantuan sarana air bersih serta jamban sehat bagi rumah tangga sasaran yang belum layak.

  4. Komitmen Anggaran

    • Alokasi Dana Desa untuk kegiatan intervensi pencegahan stunting yang akan dibahas lebih lanjut dalam Rancangan APBDes Tahun 2027.

Tindak Lanjut

Hasil kesepakatan Rembug Stunting ini akan menjadi dasar penyusunan RKPDes Tahun 2027 dan selanjutnya dibawa ke forum Musyawarah Desa Perencanaan Pembangunan. Sebagai bentuk komitmen bersama, acara ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh seluruh unsur yang hadir.

Dengan adanya sinergi dan perencanaan yang matang, Desa Somagede optimis dapat menekan angka stunting secara signifikan dan mewujudkan generasi yang lebih sehat serta berkualitas di masa depan.

Tulis Komentar